Sumber kehidupan kita, apakah akan berakhir juga?

Matahari, pusat tata surya kita, sumber kehidupan kita, apakah akan berakhir dengannya juga..

Disebut bintang karena?

Matahari menghasilkan dan memancarkan cahayanya sendiri melalui proses fusi nuklir yang terjadi di intinya. Inilah definisi utama dari sebuah bintang, sebuah bola gas masif yang melakukan rekasi fusi nuklir didalam intinya, suhu dan tekanan sangat tinggi sehingga atom hidrogen bergabung (fusi) membentuk helium. Proses ini melepaskan energi dalam jumlah besar, yang kita rasakan sebagai panas dan cahaya.

Bisa dirasakan 

Jauh sekitar 150 juta Km dari bumi, tapi membuat manusia emosi karena panasnya, itu karena matahari memancarkan energinya tanpa medium perantara, energi dari Matahari mencapai Bumi melalui mekanisme Radiasi Elektromagnetik, yang merupakan satu-satunya cara perpindahan panas yang dapat melintasi ruang hampa. Energi yang dihasilkan oleh fusi nuklir di inti Matahari dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik (foton), termasuk cahaya tampak dan sinar inframerah (panas). Gelombang ini merambat dengan kecepatan cahaya (300.000 km/detik) dan hanya membutuhkan waktu sekitar 8 menit 20 detik untuk sampai ke Bumi, menyediakan energi vital yang menjaga kehangatan planet dan mendukung semua kehidupan melalui fotosintesis. 

Akhir hidup bintang

Tahap akhir kehidupan bintang ditentukan oleh massa awalnya. Bintang bermassa rendah, seperti Katai Merah, memiliki umur terpanjang dan diperkirakan akan mendingin perlahan menjadi Katai Hitam setelah triliunan tahun. Bintang bermassa sedang (seperti Matahari) pertama-tama akan mengembang menjadi Raksasa Merah, kemudian melepaskan lapisan luarnya membentuk Nebula Planet, dan akhirnya menyisakan inti padat yang disebut Katai Putih. Sementara itu, bintang bermassa sangat besar mengakhiri hidup mereka dalam ledakan spektakuler yang disebut Supernova, meninggalkan inti yang sangat padat dan cepat berputar yang disebut Bintang Neutron, atau, jika massa intinya melebihi batas tertentu, ia akan runtuh sepenuhnya membentuk Lubang Hitam.

Lantas apakah matahari kita juga akan berakhir sama dengan bintang-bintang yang lain? dikutip dari nasa.gov dikatakan bahwa matahari kita tidak cukup besar untuk mengakhiri hidupnya (supernova) dan runtuh menjadi lubang hitam. Matahari harus 20 kali lebih masif untuk menjadi mengakhiri hidupnya sebagai lubang hitam. Jikapun itu terjadi, Matahari akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengalami fase itu dan kita di zaman ini tidak akan pernah tau bagaimana itu akan terjadi.

Komentarmu..

Your email address will not be published. Required fields are marked *

spekulasi.